Jauhkan Anak Anda dari Tindak Kejahatan Seksual
- Kejahatan seksual dapat terjadi pada siapa
saja, kapan saja dan di mana saja, baik tua maupun muda, laki-laki
ataupun perempuan. Khususnya pada anak-anak, kejahatan seksual umumnya
dilakukan oleh para remaja atau orang dewasa yang mengidap suatu
kelainan seks yang biasa disebut dengan pedofilia.
Menyikapi pemberitaan media masa menyangkut pelecehan seksual yang
dialami oleh salah seorang siswa taman kanak-kanak pada sebuah sekolah
internasional yang belum lama ini ramai diperbincangkan, sesungguhnya
hal tersebut hanyalah fenomena gunung es. Hingga detik ini, anak-anak
masih menjadi kelompok yang paling rentan mendapatkan kekerasan seksual.
Tidak hanya di dalam rumah yang seharusnya menjadi tempat teraman bagi
mereka, tapi juga di sekolah dan masyarakat lingkungan sekitarnya. Para
pelakunya pun beragam mulai dari orang terdekat hingga orang asing yang
tak dikenal.
Ada begitu banyak kasus pelecehan atau kekerasan seksual yang dialami
oleh anak-anak yang tidak terpublikasikan. Pasalnya, para pelaku
kejahatan seksual pada anak-anak bisa tidak terdeteksi oleh masyarakat,
karena mereka bergaul dan bersosialisasi layaknya orang normal pada
umumnya. Sebagai orang tua yang peduli, sebenarnya ada banyak cara yang
orang tua bisa lakukan untuk melindungi buah hati mereka agar tidak
menjadi mangsa para pelaku kejahatan seksual tersebut. Tentukan dengan
bijaksana bagaimana yang sesuai untuk diterapkan pada anak-anak Anda.
Berikut ini adalah beberapa hal yang dapat kita ajarkan kepada mereka:
1. Memperkenalkan fungsi organ kelaminnya
Sedapat
mungkin ceritakan kepada anak Anda dengan sebenarnya fungsi dan kegunaan
organ kelaminnya. Biasakan menyebut dengan nama sebenarnya, penis untuk
alat kelamin laki-laki dan vagina untuk alat kelamin wanita. Jelaskan
bahwa daerah-daerah tersebut sangat privasi dan tidak boleh seorang pun
diperkenankan untuk melihat apalagi menyentuhnya. Beri mereka pemahaman
bahwa hanya orang-orang tertentu dan dalam situasi tertentu saja
diperbolehkan untuk melihat dan menyentuhnya, seperti dokter atau
pengasuh yang akan memandikannya.
2. Bedakan jenis sentuhan
Seorang pakar anak
menyarankan, hendaknya orang tua mengajarkan kepada anak-anak mereka
mengenai jenis-jenis sentuhan. Bedakan jenis-jenis sentuhan menjadi 3
hal, yaitu: 1. Sentuhan baik dan boleh, yaitu sentuhan dari orang lain
menggunakan tangan yang dilakukan di bagian tubuh di atas bahu dan di
bawah lutut, yang merupakan bentuk sentuhan karena kasih sayang, seperti
membelai kepala dan mencubit pipi. 2. Sentuhan harus waspada, karena
membingungkan untuk menilainya sebagai bermaksud sayang atau napsu, yang
merupakan sentuhan di bawah bahu hingga atas lutut tubuh anak. 3.
Sentuhan jelek dan terlarang, yaitu orang lain yang menyentuh bagian
tubuh yang tertutupi pakaian, termasuk di area kelamin. Bila ada yang
melakukan sentuhan di area ini, anak harus berani menolak dan berkata
tegas, atau misalnya dengan berteriak.
3. Berhati-hati dan waspada terhadap orang yang tak dikenal
Ajarkan
kepada anak Anda untuk selalu waspada terhadap orang yang tak dia
kenal, ketika dia berada seorang diri atau jauh dari pantauan orang tua
atau sanak saudara. Beri pemahaman kepada mereka untuk tidak mudah
percaya kepada seseorang yang tak dia kenal yang mengiming-iming sesuatu
berupa permen, coklat, uang dan lain-lain. Beri tahu mereka bahwa itu
adalah salah satu cara yang dilakukan orang jahat untuk melakukan
kejahatan padanya.
4. Memisah tempat tidur
Pisahlah tempat tidur anak
Anda jika Anda memiliki anak-anak dengan jenis kelamin yang berbeda.
Kecenderungan anak yang selalu ingin tahu dapat menjadi malapetaka jika
sampai terjadi pelecehan seksual yang dilakukan oleh saudara kandungnya.
5. Jangan memandikan bersama dengan saudara yang berbeda jenis kelamin
Kebiasaan
orang tua mandi secara bersamaan semacam ini perlu dihindari. Sebaiknya
ayah hanya mandi bersama dengan anak laki-lakinya dan ibu dengan anak
perempuannya.
Psikolog dan pemerhati anak, Seto Mulyadi, menilai kualitas
komunikasi yang baik antara anak dan orang tua dapat membuat anak
menjadi terbuka dalam mengungkapkan sesuatu. Keterbukaan yang dimiliki
oleh orang tua dan anak mampu menjembatani hubungan saling percaya,
sewaktu hubungan saling percaya telah terbentuk, maka mudah bagi orang
tua mengajarkan sesuatu kepada kepada para buah hatinya. Lindungilah
selalu anak-anak Anda, jangan biarkan masa depan mereka hancur, jangan
biarkan mereka menjadi korban-korban para pelaku kejahatan seksual
berikutnya.
No comments:
Post a Comment