Tubuh Anda Saat Memacu AdrenalinIni penjelasannya, mengapa 'main mata' dengan bahaya bisa menyenangkan tubuh dan pikiran Anda.
Awalnya •
Saat Anda berada di tepi tebing dengan tali-temali bungee di badan,
atau, ketika Anda melihat roller coaster yang melaju, otak akan
mencerna pemandangan atau perasaan Anda. Hasilnya? Anda akan mengatakan,
“Wow!”
• Amygdala, pusat emosi di otak, akan mengeluarkan peringatan “Oh..oh… ini bukan ide yang baik.”
•
Pada saat yang sama, amygdala memberi isyarat pada tubuh untuk
mengeluarkan respons berani maju atau mundur menyerah. Hal ini membuat
tubuh melepaskan hormon adrenalin, yang dikenal sebagai hormon stres.
•
Adrenalin membuat organ-organ tubuh siaga. Paru-paru Anda bekerja lebih
keras dari biasa. Jantung memompa oksigen ke otot lebih cepat. Kondisi
ini membuat alarm kelenjar keringat menyala untuk memperingatkan tubuh
bila terjadi overheating.
• Kadar gula darah naik tinggi dan memberi ekstra tenaga ke tubuh Anda.
•
Di tengah-tengah kekisruhan ini, frontal cortex – alias akal sehat
Anda– memberitahu bahwa ini sebenarnya bukan bahaya. Bahkan bisa saja
Anda malah menikmatinya.
Saat terjun• Ketika Anda
terjun menukik – entah itu dalam bungee jumping atau roller coaster –
tubuh akan merasakan tarikan gravitasi yang besar (disebut ¬g-force).
Bila Anda berbobot, katakanlah 68 kilogram, maka tarikan itu setara dua
kali berat Anda.
• Anda akan merasakan semua efek ini: mulut
menganga, mata membesar, dan lubang hidung seperti melebar. Ini reaksi
wajar, agar Anda bisa melihat atau bernapas dalam keadaan bahaya.
•
Selanjutnya, darah dan oksigen akan ditarik masuk dari otak ke tubuh.
Bisa jadi, Anda akan mulai merasa pusing seperti hendak pingsan.
•
Dopamin, senyawa kimia di dalam tubuh yang berkaitan dengan rasa
senang, ikut terjun bebas. Ini akan membuat Anda lebih merasa mual
ketimbang bersemangat.
• Tapi otak juga mengeluarkan hormon
endorphin, yang menimbulkan perasaan senang. Efek ini akan lebih kentara
pada mereka yang memang senang melakukan olahraga ekstrem.
Setelah itu• I’m alive!
Hormon dopamin kini membanjiri otak, di satu sisi Anda merasa pusing,
di sisi lain merasa senang akan kemenangan. Saat efek ini hilang, otak
akan kembali meminta hormon dopamin. Inilah yang menjelaskan mengapa
orang bisa ketagihan olahraga ekstrem.
• Apakah pria di sebelah
Anda tiba-tiba terlihat seksi? Sebuah studi menemukan, pria terlihat
lebih menarik di mata wanita yang habis berolahraga ekstrem. Bahkan,
jadi ingin mengajak kencan. Bukan tak mungkin tubuh mengartikan luapan
kegembiraan sebagai daya tarik seksual. Hmm…
– Laura Beil
Sumber:
Dan Blumstein, Ph.D., UCLA; Douglas H. Smith, M.D., University of
Pennsylvania; Joe Tsien, Ph.D., George Regents University Medical
College of Georgia; Cindy Meston, Ph.D., The University of Texas at
Austin.
No comments:
Post a Comment