Jawaban :
Dear ananda Mimi,
Ananda tidak perlu jadi stres cuma karena masalah haid, walaupun masalah
haid berhubungan dengan masalah kehamilan. Tapi kalau ananda stres,
ananda hanya akan memperburuk keadaan ananda sendiri. Tenanglah,
permasalahan ananda ini tidak serumit yang ananda bayangkan.
Keluarnya darah haid yang banyak pada 2-3 hari pertama, namun setelah
itu yang keluar adalah bercak-bercak coklat saja, itu berarti pendarahan
yang terjadi tidak banyak.
Lamanya dan banyaknya darah haid yang keluar itu tergantung dari
ketebalan lapisan endometrium (dinding rahim dalam) yang terbentuk.
Kalau penebalannya tebal, maka darah yang keluar makin banyak dan haid
akan berjalan lama. Tapi kalau penebalan sedikit, maka darah yang keluar
pun sedikit dan haid berjalan sebentar. Akan tetapi pendarahan / bercak
coklat bisa jadi lebih lama kalau hormon tidak stabil. Hormon
dipengaruhi oleh fisik dan psikis, kalau terjadi kelelahan maka
regularitas kerja hormon ikut terganggu.
Sudah tahu, 'kan, kalau penebalan dinding rahim ini adalah akibat proses
kematangan dan keluarnya sel telur dari saluran indung telur ke dalam
rahim ? Rahim menebal untuk berjaga-jaga terjadinya pembuahan sel telur
oleh sel sperma dan hasil pembuahan tertanam di dinding rahim, itu yang
disebut kehamilan, semua ini dikontrol oleh hormon. Tapi kalau tidak
terjadi kehamilan, juga karena kerja hormon, dinding rahim meluruh
kembali bersama dengan sel telur tadi, itu yang disebut haid. Darah,
rasa nyeri, mual, kembung, dan pegal-pegal, semua itu akibat reaksi
peluruhan dinding rahim.
Perlu diketahui juga, penebalan dinding rahim itu bisa jadi ukuran
kekuatan rahim. Penebalan dinding yang tebal, itu berarti rahim kuat,
dengan kata lain secara organik rahim telah "benar-benar siap" hamil.
Sementara penebalan yang tipis, itu berarti rahim lemah, rahim seperti
ini cenderung "tidak siap hamil". Pada wanita-wanita yang tidak bisa
hamil atau selalu terjadi keguguran kandungan, bisa jadi karena keadaan
ini, rahimnya lemah.
Saya agak khawatir dengan keluhan ananda, seperti yang saya sudah bilang
sebelumnya, berarti pendarahan ananda tidak banyak, kemungkinannya
adalah penebalan dinding rahim tidak terlalu banyak.
Tapi, apakah keadaan haid yang ananda ceritakan di sini telah terjadi
sejak lama / sejak awal atau hanya pada bulan-bulan tertentu atau pada
bulan-bulan belakangan ini ?
Kalau memang sejak awal haid ananda memang berjalan seperti itu, maka
itu berarti memang seperti begitulah jalannya siklus haid ananda, tidak
ada yang perlu dikhawatirkan. Tapi kalau keadaan ini terjadi hanya pada
bulan-bulan tertentu atau belakangan ini saja, itu berarti telah terjadi
ketidak seimbangan dalam tubuh ananda.
Untuk sejak kapanpun haid yang ananda bicarakan terjadi, sebenarnya
ananda memang perlu memperhatikan diri ananda sendiri dulu. Bagaimana
gizi ananda selama ini ? Bagaimana pola dan menu makan ananda ?
Bagaimana gaya hidup ananda ? Semua itu bisa mempengaruhi kondisi tubuh
ananda, yang kemudian mempengaruhi regularitas sistem tubuh dan sistem
hormon.
Jadi cukup bisa dimengerti, 'kan, kalau ananda tidak boleh jadi stres,
baik fisik maupun psikis. Karena keduanya timbal balik yang kemudian
mempengaruhi sistem hormon.
Selain hormon, masalah haid bisa dikaitkan dengan masalah peredaran
darah. Sistem sirkulasi dan regulasi hormon dan darah itu saling
terkait. Kedua sistem itu terkait dengan sistem tubuh secara
keseluruhan. Coba periksakan diri ananda lebih seksama, periksa apakah
kesehatan ananda baik-baik saja.
Sebenarnya yang perlu diperhatikan juga adalah apakah haid ananda lancar
dan tepat waktu / atau sering maju? atau sering terlambat? Kalau selalu
datang lancar dan tepat waktu / sering maju, maka tidak ada yang perlu
dikhawatirkan. Lain halnya kalau sering terlambat, juga tidak lancar dan
lama. Itu berarti terjadi ketidak seimbangan hormon, stres mental dan
fisik adalah salah satu pemicunya. Sekali lagi saya ingatkan, jangan
stres, hindarilah stres iti, ananda Mimi.
Coba mulai sekarang, coba jangan cuma bisa mengeluh, lakukan perbaikan
diri. Perbaiki gizi, pola makan dan menu makan ananda. Pastikan ananda
mengkonsumsi karbohidrat, protein, dan lemak cukup, tidak berlebihan.
Makan juga buah-buahan dan sayuran segar kaya vitamin dan mineral
penting. Lakukan juga olah raga, buat peredaran darah ananda lancar dan
perkuat kerja organ-organ tubuh, terutama jantung. Selain itu (sekali
lagi) hindari stres, pokoknya ubah pola hidup ananda menjadi pola hidup
sehat.
Dengan semua itu, tubuh ananda akan sehat. Dan jika tubuh sehat,
regulasi sistem tubuh secara keseluruhan akan sehat juga, dan sistem
kerja hormon seimbang. Siklus haid ananda akan lancar dan organ rahim
ananda kuat, kesempatan ananda hamil jadi lebih besar. Itu yang ananda
inginkan, 'kan?
Ok, untuk makin memperbesar kesempatan untuk hamil, harus dilihat dari
kedua belah pihak. Pastikan suami ananda memang subur, tidak ada masalah
dengan produksi spermanya.
Untuk ananda sendiri, coba hitung masa subur ananda. Mudah sekali, masa
subur itu ada di pertengahan siklus haid. Siklus haid normal itu adalah
28 - 30 hari, dari situ, tentukan hari pertengahannya, yaitu di hari
ke-14 sampai dengan ke-16. Lakukan hubungan intim dengan suami ananda di
hari ke-14 sampai dengan ke-16 siklus haid. Hubungan intim di masa
subur, pastinya akan memperbesar kesempatan hamil.
Lakukan hubungan intim dengan landasan penuh cinta kasih dan rasa
percaya. Dan saya harapkan keinginan punya anak ini juga ada pada diri
suami ananda. Keinginan dan harapan bersama, akan sangat membantu
keberhasilan, karena ananda BERDUA yang menginginkannya dan pasti akan
berusaha dengan penuh semangat.
Demikian penjelasan dari saya, semoga bisa dimengerti dan bermanfaat.
No comments:
Post a Comment