8 Cara Suami Menyakiti Hati Isteri Mereka
Bagi
beberapa pasangan suami isteri, satu minggu jarang berlalu tanpa sang
suami berkata atau berbuat sesuatu yang tanpa sengaja menyakiti perasaan
isteri. Poin-poin berikut ini menggambarkan 8 cara suami menyakiti hati
isteri mereka... tanpa mereka menyadarinya! Namun para
pria dapat berhenti menimbulkan rasa sakit tersebut dengan belajar
menghargai isterinya dan menyadari kebiasaan-kebiasaan yang dapat
menyakiti hati isterinya.
1. Sering Mengkritik
Berapa
banyak suami yang telah menarik perhatian isterinya karena masalah
berat badannya, tetapi juga mengkritik isterinya ketika isterinya ingin
menormalkan berat badannya tersebut. Meskipun tidak menyadarinya, sang
suami dapat menemukan kesalahan hampir dalam setiap hal yang isterinya
katakan atau lakukan. Ia berpikir dapat mendorong isterinya agar berubah
melalui komentar yag kasar.
Karena
wanita secara alamiah tidaklah bersifat keras dan bukannya tidak
mempunyai perasaan, kritik-kritik yang menyakiti hati jarang mendorong
terjadinya perubahan. Biasanya hal ini mengakibatkan rasa putus asa yang
mendalam, yang mengakibatkan lenyapnya keinginan untuk menyenangkan
suami.
2. Tidak Menaruh Perhatian Terhadap Kata-kata dan Ide Isterinya
Namun
ketika tiba saatnya ia berbicara, ia tidak hanya meminta perhatian
isterinya, tetapi juga megharapkan isterinya mengingat setiap rincian,
mengharapkan agar seluruh percakapan terekam secara permanen dalam
pikiran isterinya. Hati seorang wanita dapat terluka secara mendalam
karena tidak ada perhatian dari suami sebab secara tidak langsung hal
itu memberitahukan bahwa suaminya menganggap urusan isterinya tidak
berarti dan tidak penting.
3. Tidak Sanggup Memikul Tanggung Jawab Rumah Tangga
Banyak
pria berpikir bahwa tanggung jawabnya kepada keluarga berakhir ketika
ia meninggalkan kantor dan pulang ke rumah. Banyak isteri yang menemukan
bahwa suaminya tidak banyak membantu di rumah. Mungkin para isteri
bahkan tidak membicarakannya dengan suami mereka karena hal itu
membuatnya merasa seperti seorang nenek cerewet. Para suami biasanya
dengan cepat mengingatkan isterinya bahwa ia sudah bekerja keras dan
betapa banyaknya tekanan yang harus ia tanggung. Dan seringkali para
suami membuat isterinya merasa gagal karena tidak mampu mengerjakan
pekerjaan rumah dengan benar.
4. Menomorduakan Kebutuhan dan Keinginan Isterinya
Berapa
banyak suami yang menghabiskan waktu dengan bekerja, menonton TV,
bermain golf atau pergi makan siang bersama teman-temannya. Bahkan
ketika sedang tidak bekerja, ia biasanya sibuk melakukan hal-hal yang
ingin dilakukannya bukan menghabiskan waktu bersama dengan isterinya.
Berapa banyak isteri yang akhirnya menyerah melihat fakta bahwa ia dan
dunianya tidak cukup penting bagi suaminya untuk diperhatikan dan
bersekutu dengan isterinya.
Berapa
banyak suami yang memilih mengomel dan mengabaikan isterinya ketika
isterinya tanpa sengaja merusak barang miliknya? Katakan saja, tanpa
sengaja membuat mobil tergores karena menabrak tiang garasi. Dalam
keadaan seperti itu, seorang isteri membutuhkan bahu suaminya... bukan
mulutnya. Namun kebanyakan pria merupakan pengomel yang hebat dalam
segala hal dari menurunkan berat badan hingga mengurus rumah.
6. Bertindak Sepertinya Ia Lebih Hebat
Beberapa
suami seringkali mengucapkan kata-kata dan melakukan hal-hal yang
membuat isterinya sepertinya tidak memberikan sumbangan intelektual yang
berarti pada pernikahan mereka. Sang suami tidak pernah menerima
nasehat isterinya, namun ia senantiasa cepat mengekspresikan
pendapatnya, bahkan yang berkaitan dengan bidang-bidang yang menjadi
keahlian isterinya seperti memasak hingga mendekor ruangan. Sang suami
terus-menerus menunjukkan kepada isterinya bahwa ia tidak menghargai
kualitas dan tidak menghormati talenta yang dimiliki isterinya. Pada
dasarnya, ia membuat isterinya merasa seperti sebuah keset kaki.
Allah
tidak pernah menciptakan wanita untuk menjadi keset kaki. Wanita
dimaksudkan menjadi bagian yang vital dan memberikan kehidupan di rumah.
Wanita memiliki banyak sifat yang kaya secara alamiah dan bukan
merupakan sesuatu yang alamiah bagi pria.
7. Lebih Mementingkan Orang Lain daripada Isterinya
Berapa
banyak suami yang tanpa sadar seringkali membela orang lain
dibandingkan isterinya sendiri? Mereka lebih membela teman dekat,
anggota keluarganya, siapapun yang kepadanya ia memiliki rasa hormat
lebih dibandingkan isterinya. Seringkali hal ini menyakiti para isteri
tanpa disadari oleh suaminya.
8. Tidak Berusaha Romantis Dalam Hubungan
Bagi
para suami, apa yang Anda lakukan memang seringkali tidak disadari dan
bukan suatu hal yang disengaja untuk menyakiti hati isteri Anda. Namun
penting bagi Anda untuk mulai mengerti perasaan isteri Anda dan memenuhi
kebutuhan isteri Anda akan kasih sayang dan perhatian.
Bagi
para isteri, Anda tidak bisa terus-menerus menempatkan diri Anda
sebagai korban yang tersakiti. Sadarilah bahwa suami Anda membutuhkan
bantuan dan bimbingan Anda. Anda harus mempertimbangkan membuat komitmen
untuk sungguh-sungguh membantu suami Anda belajar supaya tidak
menyakiti hati Anda dan juga membantunya supaya bebas dari apa pun juga
yang menyebabkan ia menyakiti hati Anda. Suami dan isteri harus
mengutamakan pengampunan dalam hubungan mereka. Pengampunan adalah
proses seumur hidup.
Lukas 17:4
Bahkan
jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh
kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus
mengampuni dia.
|
|
|
Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini : |
|
|
Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin! |
No comments:
Post a Comment